Showing posts with label memoriam. Show all posts
Showing posts with label memoriam. Show all posts
Tuesday, 4 October 2011 | By: Hanifah Fitri

Mengenang masa SMA

Akhirnya ketemu juga tuh video. Entah siapa pembuat video itu aku tidak tahu. Sejenak menonton videon itu, menyaksikan gambar demi gambar ia berputar, memutar ingatanku bertahun-tahun yang lalu. Saat masih mengenakan baju putih abu-abu. Benar kata orang, masa-masa SMA adalah masa-masa yang sulit dilupakan.

Tak terasa air mata nyaris menetes menontonnya. Ntah sudah keberapakali aku menontonnya. Bahkan rasanya dahulu aku sudah menghafal isi videonya. Akan tetapi, aktifitas yang kumiliki seolah tidak memberiku kesempatan untuk merefleksikan diri sejenak.

Sudah sekian lama hari-hari itu berlalu. 5 tahun, waktu yang ternyata cukup untuk melihat fakta berbalik. Aku ingat saat itu, saat-saat kami masih berada dalam ikatan payung lembaga dakwah sekolah. Kami masih sama-sama beajar memperbaiki diri, dengan gaya khas kami. Kami selalu bersama merajut suka duka masa SMA.

Aku pandangi lagi lekat-lekat wajah mereka dahulu. senyum mereka yang tampak lugu dengan pancaran ekspresi penuh semangat dan siap menghadapi tantangan dakwah selanjutnya. Senyum yang aku cari-cari dan sulit aku temui. Bagaimanakah mereka sekarang? kemana wajah-wajah itu?

Tiba-tiba hati jadi semakin sedih. Betapa kini sudah sulit bertemu. Masing-masing mulai sibuk dengan pilihan hidup yang mereka pilih. Sebagian terbawa arus zaman lalu "menghilang". Kini  yang tersisa hanya sebagian kecil yang juga kekurangan bantuan. Ternyata kami tidak bisa mempertahankan saudara-saudari kami. Dan ternyata kami tidak bisa mempertahankan estafet dakwah seindah dulu. Akupun jadi teringat kata-kata seorang adik kelasku "beruntungnya seandainya aku bisa terlahir lebih awal, sehingga aku bisa merasakan indahnya ukhuwah seperti yang kakak-kakak rasakan".  Tak tahu harus berkata apa. Tetapi masih berharap semoga masa-masa itu bisa kembali.

mengutip kata-kata dari video itu

seberat apapun beban kita hari ini..
sekokoh apapun cobaan yang harus kita hadapi..
sejenuh apapun hari-hari yang kita lalui..
sebesar apapun kegagalan yang kita rasakan..
jangan pernah berhenti berharap pada pertolongan ilahi
..

InyaAllah

Thursday, 9 December 2010 | By: Hanifah Fitri

Mengenang kembali




Hari ini aku mengenang kembali
Kerikil-kerikil tajam yang memperkaya arti hidupku
Manisnya madu cerita hidup yang membuat senyumku lepas...


Akhirnya aku tahu Bahwa dalam cerita hidup, ada manis ada pahit Ada juga penolakan, ada penerimaan

 

Lalu akhirnya aku belajar, Menerima dengan seluas hatiku
Membuatku lebih bahagia, lebih menghargai hidup Melihat hidup sesuai dengan usiaku

 
Sunday, 15 August 2010 | By: Hanifah Fitri

Ketemu moto hidup ^^

Dalam sebuah kajian "Militansi dakwah". Aku bertemu dengan seorang pembicara. Biarlah aku merahasiakan namanya. Dia seoarang yang terbilang masih muda. Seperti selayaknya pemuda aku bisa merasakan ghirohnya. Apa yang ia sampaikan merasuki ku. Terbawa tak terputus walau kajiannya telah usai.

Beliau tidak bercerita banyak tapi apa yang beliau sampaikan amat menyentuh setiap orang yang mendengarnya. yah.. mungkin karena keikhlasan hatinya serta amal-amal ibadahnya. Beliau mebuat setiap perkataannya membekas (qawlan tsaqilan).

"..dan berikanlah mereka nasihat, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang membekas pada jiwanya" (QS. Annisa :63).

S
alah satu yang amat menyentuhku saat iya mengatakan:
"Umat islam sekarang diidentikkan dengan umat yang bodoh, miskin, dan Tidak ramah". Inilah fakta, perhatikanlah! Negara-negara maju bukanlah negara Islam. Kebanyakan negara-negara Islam masuk kelompok negara berkembang bahkan miskin dan terbelakang. Sekolah-sekolah terbaik bukanlah sekolah Islam, siswa-siswa pemenang olimpiade kebanyakan bukanlah orang Islam. Umat Islam diidentikkan dengan  "Umat teroris". Lalu, bagaimana antum semua menyikapi hal ini? Apakah sebagai pemuda islam antum akan diam saja. Pemuda adalah pengubah. Oleh sebab itu. "Belajarlah, bekerjalah, berjuanglah dan lakukan segala kebaikan  KARENA  ANTUM ADALAHSEORANG MUSLIM!".
Kata-kata terakhirnya membuatku terpaku sejenak. Merasukkan semangat kedalan jiwaku. yah.. aku menemukannya! inilah moto hidupku.. Sungguh aneh, aku menemukan moto hidupku saat sudah sedemikian umurku. Akan tetapi, tak ada kata terlambat. Aku bangga dengan motoku.

"Aku belajar, bekerja, berjuang dan melakukan kebaikan karena aku seorang muslim"


Sunday, 9 May 2010 | By: Hanifah Fitri

Kegagalan ke-7

Aku terhanyut, nafas ku sejenak terhenti. Ku tarik nafas dalam-dalam mencoba untuk lebih kuat dari berita yang baru saja ku baca. Kaki-kakiku serasa begitu lemah menopang tubuh. Aku terduduk dan merunduk lemah tak kuasa air mataku tumpah, ku tutup mulutku agar tak perlu terdengar isak karena dadaku terasa begitu sesak dan sakit. Aku menangis sendiri dan berharap tak perlu ada yang mendengar.

Ini adalah kegagalan ku yang ke-7, bisa dikatakan inilah kegagalanku yang terasa begitu menusuk dari setiap berita failed yang pernah ku terima. Sama halnya seperti sebelumnya, aku menangis, dan seharusnya aku sudah bosan menangis. Bahkan aku bersumpah pada diriku untuk tidak boleh menangis saat aku gagal. akan tetapi, aku tidak kuasa menguasai diriku dan berusaha mengelak, yah.. karena aku masih seorang perempuan.

Usai mendapatkan kegagalan aku bisa mendapatkan optimisme dari dalam diriku begitu kuat. Setiap gagal aku kembali bangkit dan semakin kuat. Namun, tidak kurasa saat kegagalan kali ketujuh. Aku, hatiku, mentalku, semangatku melemah. Aku di hantui rasa bersalah, ketakutan akan kegagalan berikutnya. Suatu perasaan yang tidak pernah kurasakan dalam kegagalanku sebelumnya.

Aku bertanya-tanya, sedemikiankah nasibku? ketika kegagalan pertama, kedua, banyak orang yang begitu hancur, maka sedemikiankah aku yang terus menerus hancur dengan kegagalan demi kegagalan yang aku terima. Bertubi-tubi. Tanpa pernah bersekat.

Kali ini begitu menyakitkan, Kali ini aku merasa sendirian. Dan disaat sendirian, aku begitu mudah menangis. Ya Allah... jangan lagi.. mohon jangan lagi.. tidak sekali lagi... hamba kalah..  hamba lemah.... hamba menyerah... ya Allah mohon jangan lagi...

Saat seperti ini aku begitu menyesali diriku sendiri, seperti aku menyesali orang-orang yang bunuh diri. Aku tahu.. Aku tidak akan melakukan itu. Karena aku bersumpah pada diriku aku harus membahagiakan orang tuaku.. aku tidak akan menyia-nyiakan harapan orang tuaku. Ayah, ibu.. betapa aku mencintaimu... betapa aku merasa berdosa membuatmu resah... bayangan senyum kebanggaanmu adalah obat yang yang menyembuhkan setiap luka-luka kekecewaanku.

Maka aku tidak punya pilihan selain aku harus kuat dan aku harus mampu..

Ya Allah.. ampuni hamba..  ampuni dosa-dosa hamba.. jangan palingkan wajah-Mu karena kesalahan-kesalahan hamba... kuatkan hamba,,. lapangkan hati ini ya Allah.. Yakinkan  hamba Engkau tak akan menyia-nyiakan hamba-hambaMu... Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik penolong.
Tuesday, 4 August 2009 | By: Hanifah Fitri

Sepenggal Kisah

Sepenggal kisah yang  tak seberapa namun tak biasa, kisah klasik yang selalu berulang ditiap tahunnya. Semoga dapat menjadi pelajaran bagi generasi berikutnya karena dari sini aku belajar, bahwa setiap jiwa bertanggung jawab akan dirinya masing-masing. Seberapa besarpun kita mencintainya.

Sesungguhnya segala sesuatu yang tengah separuh jiwa diusahakan tak selalu mendatangkan hasil yang menyenangkan. Namun disini kembali didatangkan pertanyaan,

"Sudahkah kita ikhlas?"

karena semakin ikhlas kita punya niat semakin mudah kita berjalan, semakin bisa kita menerima semua ketentuan dan disinilah terletak ujiannya!

Tak akan ada satupun, walau sebesar debu, amalan yang sia-sia apabila diniatkan dengan niat yang tulus dan hati yang ikhlas kepada yang Maha Menilai. Akan tetapi apalah daya, karena hati ibarat kristal cantik yang mengkilat, suatu saat akan ada debu yang menghinggap. 

Kejernihan hati ini mengeruh diliputi dosa-dosa yang terus bertambah. Nian hari nian hitam, nian tebal, dan nian mengeras seperti batu. Kini dia tak bisa lagi seperti air yang mengalir hingga bisa begitu apik melewati celah-celah sempit, dingin dan menyejukkan.

Maka kembali lagi kita diingatkan, dengan kasih cinta Tuhan yang Maha Penyayang

"Sudahkah kita ikhlas?"

.........................................
Semoga Allah memberi kita waktu dan kemampuan untuk mengelap debu-debu yang menempel pada kristal. Beginilah Tuhan punya cara. Meretakkan batu hati hingga begitu sakit kita rasa, tapi dari sinilah kita bisa mulai..! Agar suatu hari kita bertemu denganNya bisa kita bersembahkan hati putih jernih seindah kristal.

Semoga Allah beri kita kemampuan, dan keberkahan.
Monday, 18 February 2008 | By: Hanifah Fitri

Alumni ESQ grate

apa itu alumni ESQ grate???
alumni ESQ gratisan!! hehehe..
lahamdulillah dapat rezeky bisa ikut ESQ secara cuma2...
kpada PT jasa marga, MAKASIH YA....

ternyata banyak hal yang didapat dari ESQ training......
bwt teman2 yang belum ikut, AYO IKUT,,,

disana dapat teman baru...
dapatin pengalaman yang gak pernah aku dapatkan sebelunya...benar2 indah!!
mudah2 bisa diterapkan selanjutnya...

tadinya aku sempat berfikir ESQ?? ................."mau tobat aja kok harus mahal?"
eh ternyata apa yang didapatkan sepadan...hmm,,,aku jadi merasa bodoh!
karena aku sering kali lupa makna sebuah hiduip itu...
Alhamdulillah disana aku disadarkan..POKOKNYA SERU!

bwt teman2 alumni ESQ, baik grate atau tidak! yuks kita bersyukur karena masih di berikan kesempatan intuk bisa memperbaii diri!


ESQ...
go..go..go...

ESQ...
win..win..win..

ESQ
fight..fight,..fight...

ESQ...
1..6...5...yes...

remaja moslem jakarta...
yes...yes...yes....